You are currently viewing Proletar Merilis Album Penuh “Depressive Disorder” Untuk Merayakan 22 Tahun Eksistensi Mereka

Proletar Merilis Album Penuh “Depressive Disorder” Untuk Merayakan 22 Tahun Eksistensi Mereka

Proletar adalah Nino Aspiranta (vocal), Ipuletar (guitar), dan Levoy (drum/scream) merupaka unit grindcore yang pertama kali didirikan pada tahun 1999 di Jakarta. Selama 22 tahun eksistensinya dan beberapa kali melakukan pergantian personel, musik mereka tetap solid
hingga hari ini.

“Nggak ada kesulitan yang dialami sih meskipun beberapa kali ada pergantian personel, soalnya kita kenal juga sama orang-orangnya, ya masih temen-temen sendiri. Jadinya nggak terlalu lama buat ngebangun chemistry.”

Ucap Ipul.

Sejak meluncurkan debut album penuhnya, Rakyat Jelata (2001), Proletar terus aktif merilis musiknya lewat beberapa EP dan cukup banyak daftar album split atau kompilasi, jumlahnya lebih dari 20 rilisan. Hingga yang terbaru, Depressive Disorder, album penuh keduanya yang dirilis pada tanggal 25 Desember 2021. Album penuh kedua Proletar tersebut berisikan 22 trek. Jumlah tersebut sekaligus menjadi penanda lamanya eksistensi Proletar di kancah musik bawah tanah Indonesia.

Cover Cd Album Depressive Disorder

Depressive Disorder merupakan sebuah bentuk keresahan dan kritik dari Proletar terhadap kekacauan yang terjadi, terutama setelah munculnya pandemi. Mereka menyinggung perihal keadaan yang berubah drastis, di mana banyak orang merasa tertekan, tak sedikit pula yang mencapai titik depresi karena kehilangan pekerjaan. Keadaan ekonomi yang sudah memprihatinkan, situasinya menjadi lebih keruh sejak 2020, hadirnya media sosial dengan kecepatan arus informasinya hanya menghasilkan banyak noise dan berujung disinformasi. Minimnya filter informasi di tengah masyarakat kita membuat mereka kebingungan dan terpecah-belah, padahal saling menjaga dan menguatkan satu sama lain adalah hal yang dibutuhkan di tengah kondisi yang seperti ini. Ketidakadilan adalah makanan sehari-hari, ketimpangan sosial makin terasa, apalagi sejak 2020 Tumpul ke atas, tajam ke bawah. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin sengsara. Masalah politik? Masih dengan isu-isu serupa sejak lama; lebih melayani oligarki, dan hakrakyat terus dikebiri.

“Iya memang betul. Album ini bisa dibilang kayak menjadi sebuah kritik, karena hal-hal itu yang jadi unek-unek dan kita rasakan tiap hari, makanya kita coba keluarkan.” Ucap Levoy. “Karena mimpi-mimpi yang baik adalah utopis hahaha.”

Tambah Ipul dengan gelak tawa.
Cover Dvd Grind For Better Life

Levoy menjelaskan bahwa di album terbarunya ini, secara musikalitas Proletar ingin kembali pada saat era mereka di tahun 2003 atau 2004, layaknya grindcore di tanah Ceko atau Belgia. Namun mereka lebih menambah eksplorasi. “Kita lebih ngulik sih di album baru ini, kita banyak eksplor dari sisi sound, gitar, dan vokal terutama, banyak karakter-karakter vokal yang sebelumnya belum pernah kita gunakan.”

Selain Depressive Disorder, Proletar juga meluncurkan sebuah film dokumenter berdurasi 129 menit bertajuk “Grind For Better Life” yang disutradarai oleh Diansyah Rizky. 43 kota di Indonesia telah menjadi lokasi screening film dokumenter tersebut, dan sudah dirilis oleh Samstrong Records dalam format DVD Pro.

Film dokumenter tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan Proletar sejak awal
eksistensinya hingga sekarang; pergantian personel, bagaimana mereka berjejaring sampai melakukan tur ke luar negeri. Dikemas lewat kumpulan foto, video dan testimoni dari beberapa teman yang menjadi saksi hidup perjalanan musik Proletar.

Samstrong Records juga merilis sebuah box set spesial untuk album Depressive Disorder yang berisikan sebuah CD, kaset (tersedia dalam 4 pilihan warna), kaus dengan art cover album, DVD “Grind For Better Life”, foto promo, dua poster (Depressive Disorder dan Grind For Better Life), dan dua stiker (Proletar dan Samstrong Records).

DISCOGRAPHY:
Demo:

  • “Massive Resistence” – Demo Tape, Self Release – 2000
  • “Massive Resistance ” – Demo Re-release, Suburban White Trash Records (USA) & Ruang Kecil Records
    (Indonesia) – 2012

Album & Split

  • “Rakyat Jelata” – Debut Full-length Album – Tape, Mencret Records (Indonesia) – 2001
  • “Rakyat Jelata” – Re-Release – Tape, Anarkopop / happy grind Records (Indonesia) – 2015
  • “There’s a Spectre Haunted” – Split Tape: PROLETAR/SATELLITE , Badai Records (Indonesia) – 2002
  • “Universal Ideas” – Tape EP, Badai Records (Indonesia) – 2004
  • “War Against the New World” – Split Tape and CD – PROLETAR/EXTREME DECAY, Tape by Badai Records
    (Indonesia) – CD by Lo-Fi Records (Italy) – 2004
  • “Physical and Mental Torture ” – Tape EP, Time Up Records (Indonesia) & Badai Records (Indonesia) –
    2005
  • “Burning Hell” – 6 Way Split Tape: PROLETAR/DEAD VERTICAL/DIRTY INFAMOUS/SESSUION INSIDE/
    GONNORHOEA, No Label Records (Indonesia) – 2005
  • “New Monster Arise” – Split CD-R : PROLETAR/DISCLOSURE/STRAIGHT ON
    VIEW/CORRUPTSHIT/TUMOR GANAS, Asusila Records (Indonesia) – 2005
  • “Blast from the Far East #3” – South East Asia 5 Way Split CD: PROLETAR/ FALLEN WORLD (Singapore)/
    PARACONFLICT (Philippines)/ SELFMADEGOD (Malaysia)/ FAILURE TRACE (Thailand) – Life On The Edge
    Records (Malaysia) – 2006
  • “Established to Grind” – Split Tape PROLETAR/FIGHTBACK/SELFMADEGOD/MR.GRIND, Takut Sengsara
    Records (Indonesia)
  • “If Tomorrow There Was a War..” – Split CD – PROLETAR/BESTIAL VOMIT (Italy), Lo-Fi Records (Italy) –
    2007
  • “When Love Finds a Fool, Grind Still Rules!” – Split CD-R: PROLETAR/DEAD VERTICAL/GORY INHUMANE
    GENOCIDE, Noise Abuse Prods (Indonesia) – 2007
  • “Back to Hatevolution [Discography]” – CD, Multiple Label Co-release – 2007
  • “Propagandistic” – Split Vinyl 7″: PROLETAR/ DIORRHEA (Italy), Rotten To The Core Records (USA),
    Extreme Terror Production (Holland), Grindblock Records (Italy), etc – 2009
  • “Live” Split Tape – PROLETAR/ALCHEMY OF SICKNESS (Malaysia), Operation Noise Tapes (Malaysia),
    Disco 346 Records (Malaysia) – 2011
  • Split Vinyl 7″ : PROLETAR/ANALDICKTION (Singapore), Solvent Abuse Records (USA), Suburban White
    Trash Records (USA), Bloody Scythe Records (USA) – 2012
  • Split Vinyl 7″ : PROLETAR/GREBER (Canada) , Suburban White Trash Records (USA), Grind Father
    Records (UK), etc – 2012
  • “Deadly Mince Grinder – The Third World Scum Project” – 3 Way Split CD: PROLETAR/GRIND BUTO/
    OOSP, Multiple Label Co-Release (Bizarre Sound Prod (Indonesia), Deathmutt Records (Malaysia), RAPS
    Records (Indonesia)- 2013
  • “Split Vinyl 7” : PROLETAR/ ENTRAILS MASSACRE (Germany), Power it Up Records (Germany)- 2013
  • “From Mindless Syndrome to The Eternal Decay” (Compilation from Split 7”) – CD & Tape, Stillborn
    Sounds (Indonesia) – 2013
  • “Back to Hatevolution [Discography]” – Re-Release on Tape, Anarkopop Records (Indonesia) – 2015
  • “Split CD” PROLETAR/DEPARTMENT OF CORRECTION (France), Give Praise Records (USA)- 2016
  • “The Beast Journey of Proletar 1999 – 2000”, Tape Rabonsick Records (Indonesia) – 2021
  • “Resist, Raw & Grind”. CD Gerak Silang Production (Malaysia) – 2001

-“Grind For Better Life” Documentary Movie. DVD Samstrong Records (Indonesia) – 2021
-“Depressive Disorder” Full Length Album, CD & Cassette Samstrong Records (Indonesia) –
2021

  • “Depressive Disorder” Full Length Album, LP/12″ Vinyl Animate Records (Germany) Soon

Tributes / Compilation :

  • Tribute to DISRUPT LP/CD, Power It Up Records (Germany) – 2013
  • Tribute to EXTREME DECAY CD, Playloud Records (Indonesia), – 2016
  • Indonesian Tribute To NASUM CD/Tape, Playloud Records (Indonesia), – 2018
  • Indonesian Tribute to SATELLITE CD, Punk is Not a Crime (Indonesia) – 2019
  • Indonesian Tribute to LAST DAYS OF HUMANITY, Proguttural prod, Blaststuff Prod (Indonesia) – 2021
  • Tribute To BRAIN DEAD CD & Cassette (Singapore) Soon
  • Tribute To TYPE O NEGATIVE . Vinyl, CD 783 Punx Records (UK) Soon

Leave a Reply