You are currently viewing ARTICLE : TEBAS KEMBALI MENJADI TERROR

ARTICLE : TEBAS KEMBALI MENJADI TERROR

Band “TEBAS” lahir di Kota Bekasi pada September 2012. Tidak dipungkiri bahwa awalnya band ini terbentuk dari hasil filtrasi band-band yang sebelumnya sudah terbit terlebih dahulu di Bekasi khususnya, antara lain Bandhi dan Guna dari Corps Sternum serta Iman dari Suffer Martydom.
Nama TEBAS tersusun dari sebuah singkatan Tengah-Tengah Bekasi. TEBAS mencoba mengkolaborasikan beberapa unsur musik seperti death metal, hip, dan kultur daerah (bukan instrumen) kemudian dibalut dengan beat groovy. Lirik-lirik dalam lagu TEBAS ini menceritakan mulai dari peristiwa tragedi brutal, seperti pembunuhan, pelecehan, pertikaian, sampai deskripsi fiktif imajinasi kebrutalan mahluk hidup.
Logo TEBAS berlambangkan kapak, karena kapak pernah menjadi sebuah icon Gangster di Indonesia serta menjadi senjata tradisional pula, untuk itu kami mencoba menggali ingatan tentang hal itu dan kapak juga dalam sejarah peradaban manusia adalah suatu alat memburu dan membunuh yang dipakai sejak zaman purba kala. Harapan kami dengan logo tersebut dapat sedikitnya memberi suatu sinkronisasi pada apa yang TEBAS suguhkan.

Berawal dari Ersastudio dan mendapat dukungan dari anak-anak “Buaran Menjengkang” dan “Komunitas Cakung Ngeri”, TEBAS ini memulai sinerginya didalam dunia permetalan dan memulai eksistensinya melalui event event di berbagai kota.
dari beberapa materi lagu yang sudah tercipta, kemudian kami merecord lagu tersebut di Palapa Music Studio Bekasi untuk planning menggarap EP Album ditahun 2016. namun sangat disayangkan sebelum EP Album selesai digarap beberapa personil harus hengkang dari TEBAS karena kesibukan diluar band dan beberapa faktor lainnya, dan kami memutuskan untuk vakum dalam waktu yang cukup lama.
Setelah terhitung 3 tahun lamanya TEBAS vakum, kini ditahun 2019 kami kembali bangkit dengan wajah baru untuk melanjutkan ambisi yang sempat terhenti.
TEBAS hadir dengan personil baru untuk mengisi posisi drum dan guitar, yaitu Nandang (Sensor Motorik) sebagai drummer dan Abdul Ghofur aka Wigger Slam (Sharq Al Sama’) sebagai guitaris. serta posisi vocal tetap diisi dengan personil founder yaitu Guna.
kami berharap dari bangkitnya TEBAS dengan line up yang baru, bisa semakin meningkatkan semangat dan kesolidan untuk tetap berjalan pada jalurnya.

https://www.facebook.com/tebasslam/

Leave a Reply

five + 8 =