You are currently viewing ARTICLE : SID AND NANCY

ARTICLE : SID AND NANCY

Sid, yang bernama asli John Simon Ritchie, pertama kali bergabung dengan Sex Pistols pada 1976, setelah Glen Matlock mengundurkan diri. Meski tak mahir memainkan bass, paras tampan dan kegilaan Sid di atas panggung berhasil membuat band punk asal Inggris itu mencapai puncak kesukesan pada 1977. Jika melihat kehidupan pribadinya, ibunda Sid merupakan seorang pecandu heroin. Meski tak pernah menggunakannya, Sid sejak kecil sudah mengenal barang haram tersebut. Dilansir dari People Magazine, Johnny Rotten, vokalis Sex Pistols, mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu faktor mengapa Sid menjadi pribadi yang aneh dan pemalu.

Di sisi lain, Nancy merupakan seorang penggemar musik punk asal Philadelphia, Amerika. Sejak 1975, Nancy telah terkenal sebagai seorang penggemar musik punk yang memiliki kepribadian yang kasar dan kurang baik. Selain itu, Nancy juga dikenal sebagai pecandu narkoba berat. Sid dan Nancy pertama kali bertemu di London, Inggris pada 1977. Sejak saat itu, mereka saling mencintai dan tak bisa terpisahkan sedikit pun. Di mana pun Sex Pistols menggelar konser, Nancy pasti hadir untuk sekadar menemani Sid. Namun, hubungan mereka menjadi masalah besar saat Nancy mulai memperkenalkan Sid Vdengan narkoba.”Nancy mengajarkan Sid tentang hubungan seksual, narkoba dan gaya hidup ala rocker kota New York,” ungkap Malcolm McLaren, manager The Sex Pistols, pada The Daily Beast tahun 2009.
Meski Sid dan Nancy terlihat sangat bahagia dan mesra, para personel lain Sex Pistols sangat membenci Nancy. Menurut mereka, Nancy adalah wanita yang membawa pengaruh buruk bagi band. Bahkan para personel itu sempat melarang Nancy ikut dalam rangkaian tur Sex Pistols pada 1978 di Amerika. Hal itu jelas membuat Sid yang kala itu telah kecanduan heroin, gusar. Dilansir dari People Magazine, Nils Stevenson, manajer tur Sex Pistols kala itu, mengatakan, “Sid tak lagi menyukai apa pun selain heroin dan Nancy,” ucapnya. Karena hal itu, tur mereka pun hanya berhasil terlaksana selama 2 minggu dan pada 24 Januari 1978, mereka menggelar konser terakhir di San Fransisco. Johnny Rotten yang sudah tak tahan dengan perilaku Sid akhirnya memutuskan untuk keluar, dan Sex Pistols pun bubar.
Sid dan Nancy akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama di Hotel Chelsea, New York, pada 24 Agustus 1978. Saat itu, Sid yang tak lagi tergabung bersama Sex Pistol terkenal sebagai seorang solois punk yang eksentrik. Namun, karena kecanduan narkoba mereka yang semakin parah, Sid dan Nancy selalu kehabisan uang dan hidup melarat. Hubungan mereka yang sudah sangat tidak sehat pun harus berakhir tragis saat Nancy ditemukan tewas di bak mandi pada 12 Oktober 1978, dengan luka tusuk di bagian perut. Sid yang tinggal bersama Nancy langsung menjadi tersangka dan ditahan hari itu juga.
“Vicious, yang saat itu tengah berjalan linglung di koridor hotel dengan kondisi setengah sadar, langsung ditahan dan menjadi tersangka atas kasus pembunuhan Nancy Spungen,” tutur polisi yang ditulis di Independent Magazine Inggris. Tiga bulan berselang, tepat pada 2 Januari 1979, sidang perdana kasus pembunuhan itu dimulai. Sayang, sidang itu tak pernah membuahkan hasil, karena Sid ditemukan tewas oleh sang ibu karena overdosis heroin pada 2 Februari 1979.

Leave a Reply