You are currently viewing ARTICLE : HISTORY OF CIAMIS DEATH METAL SINDIKAT

ARTICLE : HISTORY OF CIAMIS DEATH METAL SINDIKAT

Entah tanggal berapa, Bulan apa dan tahun berapa saya mulai kenal dengan kalian hanya yang saya ingat kita di pertemukan di satu tenda tempat nongkrong anak2 muda perlente yang hanya mengandalkan harta orang tua nya ,Mulai dari mobil mewah ,Sampai harus merengek meminta uang hanya ingin kelihatan dia punya. Malam itu cuaca nya mendukung,dimana taburan bintang indah menghiasi langit malam. tak lebih dari 15 menit saya menunggu,dimana hanya ada deru kendaraan bermotor yang di tunggangi anak muda di pacu dengan kecepatan tinggi,dan lampu2 taman yang seolah ia enggan menyala. tak lama kalian datang,3 orang laki2 yang berpakaian menunjukan anak2 muda jaman sekarang. blue,okem,endi,,,tiga pria yang belum pernah saya kenal sebelum nya. kami mulai bersapa,bercerita tentang perkembangan musik cadas di kota ciamis. pebincangan dimulai dari jenis musik,hingga band2 ternama idola masing2. “silahkan pesan minuman,sekedar kopi atau susu dingin penyegar perbincangan” saya mulai menawarkan. 4 gelas minuman telah tersedia,dan perbincangan pun kembali memecah suasana. “rokok…?” tawar ku kepada mereka, dua di antara mereka memang perokok aktif,sementara satu nya dia asik bermain fingerboard karena memang dia tidak merokok,bahkan sampai sekarang pun dia tidak pernah menghisap bahaya nya asap rokok,,ya,dia endi. “tak apalah,tidak merokok pun kita sama,sama bakalan mati”ungkap ku di tengah2 perbincangan,dan gelak tawa pun melengkapi kehangatan perbincangan. lama kelamaan berbincang,terbentuklah satu wadah dimana didalam nya orang2 yang peduli dan respect terhadap music metal di kota ciamis,dan kita menamai nya CDMS (Ciamis Death Metal Syndicate) perlahan organisasi tersebut mulai terdengar ke kota tetangga,dan mereka respect dengan adanya organisasi kami. dimulai dari pembentukan t-shirt yang hanya terbuat dari bahan biasa dan sablon yang masih sederhana,maklum pemula… mulailah anggota perlahan berdatangan,mereka tertarik untuk bergabung dengan kami. kami yang beranggotakan tidak lebih dari 30 orang,tapi cukup solid dalam bekerjasama satu sama lain. “kenapa kita gak bikin gigs aja mang…” saran mereka kapada ku “kita usahakan bikin gigs,tapi tak perlu ada bintang tamu yang harus mengeluarkan budget besar…” jawab ku atas pertanyaan mereka. kita sepakat dengan saran ku,kita mengadakan gigs perdana di ciamis setelah sekian lama tidak pernah ada semenjak tahun 2000. “NGARIUNG SAGALUR” tema yang kita usung dalam gigs perdana kita,hanya membuka regist untuk beberapa band saja dengan biaya regist tak lebih dari Rp.200.000 saja. disini kita merasakan kekompakan dan kesolidan kita,dimana harus bahu membahu bekerjasama agar gigs bisa lancar. GGT (GELANGGANG GALUH TARUNA) menjadi tempat dimana berlangsung nya event pertama kami. satu persatu band local memperlihatkan kebolehan nya dalam bermain musik,ternyata potensi anak2 ciamis memang sungguh layak di acungi jempol. matahari mulai menampakkan keangkuhan nya,panas yang begitu teramat sangat mulai terasa membakar tubuh,penonton pun mulai membludak memenuhi gedung yang berkapasitas sekitar duaribu orang. asap rokok,bau alcohol dan bau keringat menyatu di tengah2 kumpulan para metalhead yang sedang beraksi pogo. siang berganti,perlahan senja mulai merasuk,tinggal guest star yg belum unjuk kebolehan nya,, HYPHOCONDRIAC band asal cimahi yang sengaja kami undang sekedar meramaikan acara kami. tak selang dari setengah jam mereka mempertontonkan aksi panggung yang luar biasa,dan kami pun terhibur. tiba pada penghujung acara,tepat jam setengah tujuh setelah cut karena break adzan maghrib acara pun ditutup. lelah,letih,,namun kami senang karena kami telah berhasil membuat acara dengan kondusif,tidak ada keributan,pertengkaran ataupun incident yg tak di inginkan. semua crew berkumpul,sekedar foto bersama dengan guest star untuk keperluan dokumentasi. kami tidak menghitung untung dari diadakan nya acara,yang terpenting buat kami,tidak menunggak kepada pemilik gedung,sound,serta alat musik yang kami sewa itu sudah membuat membuat kami tenang. sehari sesudah kegiatan berlangsung,kami kembali berkumpul di tempat biasa,di tengah2 taman rafflesia alun2 ciamis. kami bersenda gurau,becengkrama atas suka dan duka yang terjadi di hari kemarin,gelak tawa memecah seolah membuat iri orang2 di sebelah kami. bagi saya pribadi,tak ada yang lebih indah selain kembali berkumpul bersama kalian keluarga kedua ku,dimana hanya ada kita,segelas kopi,dan beberapa batang rokok yang selalu kita habiskan bersama. hingga akhir paragraph tulisan ini saya buat,dan hisapan rokok terakhir,saya masih tetap bangga dengan komunitas tercinta yang kita punya CIAMIS DEATH METAL SYNDICATE “tumut kana galur,ta’at kana sare’at”…

Ciamis,penghujung tahun 2013—Taring

Leave a Reply