You are currently viewing ARTICLE : AWAL MULA CORPSE PAINT

ARTICLE : AWAL MULA CORPSE PAINT

Bagi mereka yang akrab dengan dunia musik bawah tanah pasti tak asing dengan gaya rias yang satu ini. Ya, corpse paint, sebuah gaya tata rias menyeramkan yang meniru pucatnya mimik mayat. Jika kalian pernah melihat wajah drakula, pocong, atau kuntilanak di film-film horor, maka seperti itulah gaya tata rias yang paling mendekati dengan tata rias corpse paint.

Corpse paint secara arti bahasa berarti lukisan mayat. Namun secara istilah, hanya tata rias kelompok musik underground black metal sajalah yang bisa dikatakan sebagai corpse paint. Meskipun suatu band metal beraliran selain black metal memakai gaya rias mayat atau hantu, namun jika aliran musiknya bukan black metal, maka riasannya tetap bukan dinamakan sebagai corpse paint.
Masih simpang siur tentang musisi mana yang pertama kali menggunakan corpse paint sebelum era black metal di akhir 1980-an dimulai. Pada awal-awal berkembangnya musik rock dari zaman hippies dan glam rock di awal 1970-an, sudah ada musisi-musisi yang menggunakan dandanan serupa corpse paint dalam aksi panggung mereka yang glamor dan teatrikal. Mereka adalah Arthur Brown, Alice Cooper dan grup musik KISS.Perjalanan make up yang satu ini sebagai ikon fashion black metal sangat diwarnai kontroversi. Lihat saja penampilan King Diamond yang gemar membawa salib terbalik (sebagai simbol penghinaan terhadap monotheisme) dalam show-shownya. Serta lirik-lirik satanis dan paganis yang selalu mengiringi dandanan ini dalam setiap konser musik.

Pada awal 1980-an, dimana musik metal mulai bangkit dan mengembangkan ciri khasnya sendiri yang semakin agresif, King Diamond (vokalis band Mercyful Fate) bisa dibilang sebagai musisi pertama yang menggunakan dandanan corpse paint dalam aksi panggungnya. Meskipun pada zaman King Diamond, band black metal yang sejati belum ada. Hingga akhirnya dandanan ini benar-benar identik dan populer dengan genre musik black metal yang pada transisi dekade 80-an ke 90-an oleh band Mayhem yang sangat kontroversial.

Leave a Reply